Optimis Indo
Beranda

Prabowo Temui Trump di AS Awal 2026, Kesepakatan Tarif Dagang Indonesia–Amerika Segera Diteken

Donald Trump - Prabowo Subianto

OptimisIndo.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir Januari 2026. Pertemuan tersebut akan berlangsung di Amerika Serikat dan menjadi momentum penting dalam hubungan ekonomi kedua negara, khususnya untuk menandatangani kesepakatan terkait tarif dagang Indonesia–Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa dalam kesepakatan tersebut, produk Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat tetap dikenakan tarif impor Amerika Serikat sebesar 19 persen. Ketentuan ini merujuk pada kebijakan yang telah diumumkan sebelumnya oleh pemerintah AS pada Juli 2025.

Menurut Airlangga Hartarto, kebijakan tersebut merupakan hasil negosiasi yang cukup signifikan, mengingat sebelumnya tarif dagang yang dikenakan terhadap produk Indonesia mencapai 32 persen. Penurunan tarif tersebut dinilai sebagai langkah positif bagi keberlanjutan ekspor nasional.

“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir Januari (2026) akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Perkembangan Perundingan Dagang Indonesia-AS via Zoom, Selasa (23/12).

Ia menambahkan bahwa saat ini pemerintah Amerika Serikat masih menyesuaikan agenda untuk menentukan waktu paling tepat bagi pertemuan antara kedua kepala negara. “Saat ini, pihak Amerika sedang mengatur waktu yang tepat untuk rencana pertemuan antara kedua pemimpin tersebut (Prabowo dan Trump),” tegasnya.

Airlangga menjelaskan bahwa proses perundingan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat berlangsung cukup panjang dan melibatkan berbagai tahapan teknis. Hingga kini, ia masih berada di Negeri Paman Sam untuk memfinalkan kerangka kerja dan substansi perjanjian perdagangan kedua negara.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Airlangga bertemu dengan Pejabat United States Trade Representative (USTR), Duta Besar Jamieson Greer. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu utama serta persoalan teknis terkait tarif dagang, dan menurut Airlangga, diskusi berlangsung secara konstruktif.

Ke depan, masih akan ada pertemuan lanjutan di tingkat tim teknis yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Januari hingga 19 Januari 2026. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan aspek legal drafting dari dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Airlangga juga mengungkapkan bahwa Indonesia memperoleh sejumlah pengecualian tarif khusus untuk produk unggulan ekspor nasional. Beberapa komoditas yang mendapat perlakuan khusus antara lain minyak kelapa sawit, kopi, kakao, serta sejumlah produk lainnya.

“Tentu ini menjadi kabar yang baik, terutama bagi industri Indonesia yang terdampak langsung kebijakan tarif, di mana sektor-sektor yang terkena tarif tersebut terutama padat karya mempekerjakan 5 juta pekerja dan tentunya ini sangat strategis bagi Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Airlangga berharap seluruh proses teknis perundingan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, penandatanganan kesepakatan tarif dagang oleh Presiden Prabowo dan Presiden Donald Trump dapat terlaksana tepat waktu.

“Dengan demikian, manfaat dari perjanjian ini membuka akses pasar dua negara dapat segera mendorong perekonomian di Indonesia,” pungkas Airlangga.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat serta meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Related Articles

Tunjangan Profesi Guru PAI Cair Sebelum Idul Fitri, Kemenag Siapkan Rp828,1 Miliar

Geralda Talitha

Dirjen Hubdat Tinjau Terminal Purabaya dan UPPKB Trosobo: Fokus Layanan Publik dan Digitalisasi

Geralda Talitha

Sinergi Lintas Kementerian Wujudkan Hari Keselamatan LLAJ Nasional 2025

Geralda Talitha

Leave a Comment