Optimis Indo
Berita Terkini

49 Persen Pemudik Sudah Kembali, Korlantas Antisipasi Lonjakan Kedua

arus balik Lebaran gelombang kedua 2026

Memasuki akhir masa arus balik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengantisipasi munculnya gelombang kedua pergerakan kendaraan menuju Jakarta. Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa arus balik tahun ini terbagi menjadi dua gelombang utama. Gelombang pertama sudah terjadi pada 24 Maret, sedangkan gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 28 Maret mendatang.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat gelombang kedua, Korlantas melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan serta operator jalan tol. Salah satu strategi yang disiapkan adalah penerapan sistem one way lokal di sejumlah ruas Tol Trans Jawa guna mengurai potensi kepadatan.

Pantauan di Gerbang Tol Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menunjukkan bahwa arus lalu lintas pada pagi hari masih relatif lengang. Dalam satu jam tercatat kurang dari 500 kendaraan melintas, angka ini lebih rendah dibandingkan sore atau malam hari yang dapat mencapai lebih dari 1.000 kendaraan per jam. Data pengelola tol juga mencatat bahwa dalam kurun waktu hampir 24 jam, sekitar 8.000 kendaraan masuk dan sekitar 15.000 kendaraan keluar melalui gerbang tol tersebut, mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

Kondisi serupa terlihat di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, di mana arus kendaraan di dermaga eksekutif terpantau landai tanpa antrean panjang. Dalam 24 jam terakhir, sekitar 10.000 kendaraan sudah menyeberang dari Sumatera menuju Pulau Jawa. Jumlah penumpang pejalan kaki yang tercatat sekitar 4.000 orang.

Secara keseluruhan, diperkirakan sekitar 49 persen pemudik telah kembali ke Pulau Jawa, sementara 51 persen sisanya diprediksi akan melakukan perjalanan pada gelombang kedua. PT ASDP sebagai pengelola ferry juga menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penerapan sistem single ticketing serta skema tiba, bongkar, dan berangkat untuk mempercepat arus kendaraan ketika terjadi lonjakan.

Puncak arus balik gelombang kedua ini diperkirakan terjadi pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026, sehingga upaya rekayasa lalu lintas serta koordinasi lintas lembaga menjadi kunci utama menjaga kelancaran perjalanan pemudik.

 

Related Articles

Kakorlantas Polri Tegaskan Tidak Ada Penumpukan Kendaraan di Cilegon dan Merak Selama Nataru

salma hn

Peran Kapal Patroli Polairud di Sikka dalam Menjaga Kelestarian Laut dan Semangat Kemerdekaan

Geralda Talitha

Penutupan Pegipegi di Indonesia Setelah 12 Tahun, Berikut Penjelasannya

salma hn

Leave a Comment