JAKARTA – Kerja Unit Reaksi Cepat (URC) dalam menangani perkara tidak berhenti pada tindakan mengamankan terduga pelaku. Setiap laporan menjadi awal dari rangkaian proses yang mencakup penyelidikan, pengumpulan informasi, pencarian petunjuk, hingga koordinasi antarpersonel untuk memastikan penanganan perkara berjalan terarah.
Gambaran tersebut terlihat dari sejumlah pengungkapan yang dilakukan jajaran kepolisian di berbagai wilayah. Di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Team Pabularang URC Resmob Polres Pinrang Polda Sulsel menindaklanjuti laporan dugaan pencurian sepeda motor. Personel mendatangi lokasi, meminta keterangan saksi, lalu mengembangkan informasi yang diperoleh untuk mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat.
Hasil pendalaman membawa petugas pada keberadaan RB alias I. Yang bersangkutan kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Dari proses tersebut, penyidik memperoleh informasi mengenai dugaan keterlibatan AM. Petugas masih melakukan pencarian terhadap pihak tersebut sekaligus mengembangkan perkara agar rangkaian kejadian dapat diketahui secara lebih menyeluruh.
Respons serupa diterapkan dalam perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus penjualan pupuk serta herbisida. Setelah menerima laporan korban yang telah membayar uang panjar tetapi tidak mendapatkan barang, URC Resmob Polres Pinrang melakukan penyelidikan untuk menelusuri keberadaan para terduga.
Informasi yang dikembangkan mengarah ke Parepare. Sebelum melakukan penindakan, petugas berkoordinasi dengan URC Resmob Polres Parepare. Hasilnya, dua pria berinisial IN dan JI berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, Satresnarkoba Polres Rokan Hulu menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di Kecamatan Ujung Batu. Tim melakukan penyelidikan hingga mengamankan AP alias AN. Dalam penindakan tersebut, petugas menemukan lima paket sabu dengan berat kotor 1,18 gram.
Rangkaian pengungkapan itu menunjukkan bahwa kecepatan reserse bukan semata-mata diukur dari waktu penindakan. Ketepatan membaca informasi, menemukan petunjuk, berkoordinasi, serta mengembangkan hasil penyelidikan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut.
Langkah tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antarunit ketika penanganan perkara membutuhkan dukungan wilayah lain. Koordinasi membuat pergerakan personel lebih terarah, sementara pengembangan informasi membantu penyidik menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara yang sedang ditangani tersebut.
Pola kerja tersebut menggambarkan semangat #ReserseBekerja yang mengutamakan respons cepat, proses terukur, dan pengembangan perkara secara berkelanjutan. Dengan pendekatan itu, setiap informasi masyarakat dapat menjadi dasar untuk mengungkap perkara secara lebih utuh dan memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai ketentuan.
