Peningkatan keselamatan transportasi menjadi fokus utama dalam audiensi antara Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan manajemen Taksi Green SM yang berlangsung pada Selasa (5/5/2025). Pertemuan ini diadakan sebagai respon atas sejumlah kecelakaan yang memicu perhatian publik luas. Dalam diskusi tersebut, Irjen Agus menegaskan bahwa penegakan hukum bukan satu-satunya cara yang diprioritaskan, melainkan kolaborasi erat dengan para pelaku usaha transportasi.
“Kami tidak merasa bangga hanya melakukan penegakan hukum, melainkan lebih senang jika dapat berkomunikasi dan kolaborasi dengan mitra untuk mencari solusi terbaik,” ungkap Irjen Agus saat menyampaikan pandangannya.
Irjen Agus menjelaskan bahwa setiap kejadian kecelakaan perlu dianalisis secara menyeluruh. Faktor penyebabnya bukan semata human error pengemudi, melainkan juga dapat berasal dari kondisi kendaraan, pengelolaan perusahaan, serta kondisi jalan dan lingkungan sekitar. “Kesalahan tidak selalu ada pada pengemudi. Kendaraan, manajemen perusahaan, bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia menggarisbawahi pentingnya evaluasi kejadian kecelakaan, termasuk yang terjadi pada perlintasan sebidang kereta api. Dari analisis tersebut, diharapkan dapat ditemukan langkah perbaikan dalam sistem pengawasan dan tata kelola transportasi.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan, Korlantas mendorong penerapan sistem traffic attitude record yang terintegrasi dengan data pelanggaran hasil tilang elektronik (ETLE) untuk memantau perilaku pengemudi secara efektif. Irjen Agus juga menawarkan program pelatihan ulang bagi pengemudi melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC), guna menambah kedisiplinan dan kesadaran keselamatan berlalu lintas.
“Dari sekitar 10 ribu pengemudi, perlu adanya kontrol dan pembinaan. Pelatihan ulang bisa membuat mereka menjadi lebih disiplin dan patuh,” jelasnya.
Menanggapi usulan tersebut, Direktur Taksi Green SM, Denny Gunawan, menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana kolaborasi tersebut. Ia turut menyatakan rasa simpati atas insiden yang terjadi dan memastikan bahwa pihak perusahaan telah mengambil langkah awal, termasuk mengontak korban kecelakaan.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Kami juga sudah melakukan beberapa tindakan, salah satunya menghubungi korban, meskipun proses investigasi masih berjalan,” ujar Denny.
Denny mengakui bahwa terdapat banyak aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam pembinaan pengemudi. Taksi Green SM tengah mempersiapkan program pelatihan ulang untuk menanamkan budaya keselamatan sebagai prioritas utama bagi para pengemudi.
“Pelatihan selama ini masih menghadapi berbagai kendala. Dengan kolaborasi bersama Korlantas, kami berharap edukasi yang diberikan menjadi lebih efektif dan terstandarisasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Taksi Green SM berencana melibatkan jajaran lalu lintas dalam setiap program pelatihan pengemudi, termasuk pada saat penambahan armada baru di masa mendatang.
Kolaborasi antara Korlantas Polri dan Taksi Green SM ini diharapkan dapat menjadi model sinergi yang efektif dalam meningkatkan tingkat keselamatan berkendara sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi umum.
